Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Developer dan Programmer Beserta Perbedaannya

Perbedaan Developer dan Programmer

Bekerja di dunia teknologi informasi (IT) menjanjikan prospek gaji tinggi. Dalam laporan survei yang dilakukan Kelly Services Indonesia tahun 2019, bekerja di sektor IT menawarkan gaji tertinggi, mencapai Rp150 hingga Rp300 juta per bulan.

Terkait peluang kerja di sektor IT, Anda akan menemukan istilah developer dan programmer. Kedua profesi ini memang sekilas terlihat sama. Namun, perbedaan developer dan programmer ternyata cukup besar dan nominal gaji yang didapatkan dari keduanya juga berbeda.

Survei Kelly Services menyebutkan kalau gaji yang didapatkan seorang developer rata-rata lebih tinggi dibandingkan seorang programmer. Dalam laporan mereka, gaji programmer bisa berkisar antara Rp10 juta sampai Rp20 juta tiap bulan.

Sementara itu, tenaga developer aplikasi, bisa membawa pulang gaji setidaknya antara Rp15 juta hingga Rp40 juta per bulan. Dengan melihat selisih gaji antara keduanya, tidak heran kalau banyak orang yang ingin mengetahui perbedaan developer dan programmer.

PERBEDAAN DEVELOPER DAN PROGRAMMER

Dalam pandangan secara umum, developer memiliki pekerjaan dan tanggung jawab lebih kompleks dibandingkan programmer. Oleh karena itu, mereka bisa memperoleh gaji yang lebih tinggi. Di waktu yang sama, tidak mengherankan kalau seorang software developer punya kemampuan lebih tinggi dibanding programmer.

Dalam menjalankan tugasnya, seorang developer aplikasi memiliki beberapa tanggung jawab, seperti:
  • Melakukan riset, mendesain, mengimplementasikan, serta mengelola program software.
  • Mengetes dan sekaligus mengevaluasi program software yang baru
  • Mengidentifikasi perlu tidaknya modifikasi pada program aplikasi yang tengah digunakan. Kalau perlu, seorang developer juga bertanggung jawab untuk mengeksekusi modifikasi yang dibutuhkan
  • Menyusun serta mengimplementasikan kode program secara efisien
  • Menyebarkan penggunaan tool software sekaligus mengukur tingkat kesuksesannya
  • Menemukan cara penggunaan aplikasi yang praktis dan mudah
  • Mengembangkan prosedur quality assurance (QA)
  • Melatih para user cara menggunakan software terbaru
  • Bekerjasama dengan sesama developer, system analyst, serta desainer UX
Di lapangan, jenis pekerjaan developer sangat beragam. Beberapa tipe developer yang sering dicari oleh perusahaan di antaranya adalah, devops developer, game developer, fullstack developer, developer backend, developer frontend, serta mobile developer.

Sementara itu, programmer memiliki tanggung jawab hanya sebagian dari tugas seorang developer. Oleh karena itu, bisa dibilang kalau developer merupakan karier lanjutan dari seorang programmer yang sudah ahli. Beberapa tugas serta tanggung jawab yang perlu dijalankan programmer di antaranya:
  • Mendesain dan membuat program software 
  • Melakukan integrasi software dan sistem
  • Menganalisis algoritma
  • Memodifikasi source code sebuah program software
  • Menulis instruksi sistem
  • Memberi pelatihan cara penggunaan software kepada end-users
  • Melakukan debugging software
  • Mengelola sistem operasi
Selain itu, programmer juga terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tugas yang diemban. Jenis-jenis programmer tersebut di antaranya adalah programmer aplikasi, system programmer, machine learning engineer, programmer game, dan programer aplikasi mobile.

SKILL YANG HARUS DIMILIKI PROGRAMMER

Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, seorang programmer harus menguasai beberapa skill, seperti:

1 Pemahaman terhadap kode bahasa pemrograman dan coding

Bahasa pemrograman menjadi skill wajib untuk setiap programmer. Tidak hanya itu, coding dan pengetahuan terkait algoritma, harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seorang programmer. Terkait bahasa pemrograman, ada 5 bahasa yang saat ini populer dan dibutuhkan oleh perusahaan, yaitu Phyton, C#/.Net, Ruby, Mean, dan Java.

2. Kemampuan analisis dan desain software

Seorang programmer juga perlu memiliki kemampuan analisis. Tujuannya, agar program aplikasi yang tengah dikerjakan sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Di waktu yang sama, Anda juga perlu pengetahuan tentang desain sebuah aplikasi. Kedua kemampuan ini bisa didapatkan seiring dengan banyaknya latihan.

3. Problem solving dan kemampuan berpikir logis

Selanjutnya, programmer juga perlu kemampuan dalam menyelesaikan masalah dan cara berpikir logis. Kedua kemampuan ini berguna untuk menemukan permasalahan ketika kode mengalami error. Dengan bekal kemampuan ini, tugas menyusun kode untuk sebuah aplikasi, bisa berlangsung lebih cepat.

4. Testing dan debugging software

Proses pengujian dan debugging software biasanya membutuhkan waktu lama dan biaya tinggi dalam pembuatan sebuah aplikasi. Kedua kemampuan ini bisa dilakukan ketika programmer punya daya analisis tinggi untuk mengintegrasikan software ke dalam sistem.

5. Object-oriented design (OOD)

Dalam 30 tahun terakhir, penggunaan metode object-oriented design (OOD) dalam dunia programming terus meningkat. Pendekatan melalui OOD dilakukan dengan merencanakan sebuah sistem dengan interaksi antara beberapa objek.

6. Kemampuan berkomunikasi

Tidak ketinggalan, seorang programmer harus membekali diri dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. Kemampuan ini membuat programmer mampu menjelaskan hal-hal teknis terkait program yang dibuat kepada pengguna aplikasi yang memiliki pengetahuan awam. Dengan begitu, tidak ada kesalahan dalam penerimaan informasi oleh pengguna aplikasi.

7. Kerjasama

Dalam menyelesaikan tugas, biasanya terdapat pembagian tugas untuk masing-masing programmer. Tanpa kemampuan kerjasama baik, software yang dihasilkan bakal buruk dan butuh waktu pembuatan yang lama.

KEMAMPUAN WAJIB SEORANG DEVELOPER

Dilihat dari kemampuannya, perbedaan developer dan programmer tidak akan terlalu mencolok. Namun, seorang developer bakal memiliki skill yang lebih lengkap dan tertata kalau dibandingkan programmer, seperti:

1. Pengetahuan tentang teknologi terbaru

Seorang developer perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Dengan begitu, aplikasi yang dihasilkan bakal sesuai dengan perkembangan zaman. Di samping itu, kemampuan ini juga membuktikan kalau aplikasi yang dihasilkan merupakan produk yang kompetitif.

2. Kemampuan berpikir analitis

Seorang developer juga wajib memiliki kemampuan berpikir analitis. Kemampuan ini berguna untuk menganalisis masalah yang tengah dihadapi oleh para programmer dan sekaligus membantu mereka dalam mengatasinya. Di samping itu, kemampuan berpikir analitis juga dalam upaya pengembangan atau modifikasi software.

3. Pengetahuan bisnis

Software developer juga harus membekali diri dengan pengetahuan terkait bisnis. Hal ini penting untuk bisa memastikan bahwa aplikasi atau software yang dikembangkan, tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan. Namun, software tersebut juga diminati oleh banyak orang sehingga mampu memberi profit kepada perusahaan.

4. Mampu melihat hal secara detail

Kemampuan menganalisis dari seorang developer juga disertai dengan pengamatan yang baik. Developer harus mampu melihat berbagai hal secara detail, dan mengerucutkannya sehingga menjadi deretan data penting. Data-data ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk sarana analisis lanjutan.

5. Kemampuan berkomunikasi

Seperti halnya programmer, developer software juga harus punya komunikasi yang baik. Tidak hanya secara verbal, tetapi juga komunikasi melalui tulisan. Dengan begitu, developer bisa menjelaskan teknis software secara panjang lebar kepada rekan kerja, baik sesama tenaga IT ataupun karyawan di bidang lain.

PENUTUP

Itulah info terkait perbedaan developer dan programmer. Melalui artikel ini, Anda dapat mengetahui kalau seorang developer punya kemampuan dan pengalaman yang lebih banyak dibandingkan seorang programmer. Oleh karena itu, tak heran kalau programmer merupakan langkah awal untuk bisa menjadi seorang developer andal.